Forum Komunikasi Usaha Penunjang Tenaga Listrik 

I. LATAR BELAKANG

Dalam rangka meningkatkan profesionalisme usaha penunjang tenaga listrik dalam negeri perlu dilakukan upaya terpadu oleh Badan Usaha Penunjang Tenaga Listrik serta pihak-pihak terkait dalam menelaah dan membantu Pemerintah merumuskan kebijakan untuk mendorong perusahaan dalam negeri agar dapat menjadi pilihan untuk melaksanakan proyek-proyek di sektor ketenagalistrikan. Disamping itu dalam rangka menghadapi perubahan paradigma dengan adanya globalisasi dan otonomi daerah serta tercapainya instalasi yang andal, aman dan akrab lingkungan, diperlukan suatu forum yang menghimpun pihak-pihak tersebut diatas. Untuk mewujudkannya perlu dibentuk suatu forum komunikasi antar usaha penunjang tenaga listrik .

 

Dalam membentuk Forum Komunikasi Usaha Penunjang  Tenaga Listrik, Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi telah mengambil inisiatip untuk mengadakan pertemuan tanggal 12 April 2002 dengan mengundang Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) beserta pelaku Usaha Penunjang  Tenaga Listrik dan asosiasi terkait. Sebagai tindak lanjutnya, MKI memfasilitasi pertemuan-pertemuan intensif untuk membuat Rancangan Piagam / Nota Kesepakatan (Draft Charter) yang menjadi landasan forum komunikasi.

 

Forum Komunikasi ini dilandasi dengan prinsip kebersamaan, forum yang solid konsisten dan berkesinambungan dalam menjalankan program jangka pendek dan jangka panjang berdasarkan strategi yang disepakati. Untuk menyikapi isu-isu terkini , tantangan dan peluang, forum komunikasi merupakan ajang tanpa hierarki struktural dengan membentuk Group Fokus yang bersifat mandiri untuk membahas isu, tantangan dan peluang yang dipilihnya dan merumuskan konsep tindak lanjutnya.

2. SASARAN

Tercapainya usaha penunjang tenaga listrik dalam negeri yang profesional, mandiri, dan mampu berperan dalam pembangunan dan pengembangan industri ketenagalistrikan  dan memiliki daya saing yang tangguh  baik  di  tingkat nasional maupun internasional.

3. TUJUAN

Menggalang sinergi dengan membangun jaringan informasi dan kemitraan, serta mengembangkan usaha penunjang tenaga listrik dalam negeri untuk :

 

(A).   Meningkatkan kualitas dan kompetensi pelayanan setara dengan standar internasional ;

(B).   Mendorong ditetapkannya peraturan-perundangan yang kondusif terhadap lingkungan usaha yang transparan, efisien, berkeadilan dan kompetitif.

 

4. STRATEGI

 

Berfokus pada pemberdayaan dan pengutamaan pemanfaatan potensi usaha penunjang tenaga listrik dalam negeri secara optimal antara lain :

 

1.     Berperan aktif dalam memberikan masukan untuk pembuatan peraturan-perundangan yang kondusif terhadap pengembangan usaha penunjang tenaga listrik dalam negeri dengan memperhatikan norma yang berlaku di forum internasional

2.     Berpartisipasi aktif dalam penyiapan  standar kompetensi kelembagaan dan sumberdaya manusia di usaha penunjang tenaga listrik sebagai acuan bersama, mendorong program pelatihan dan pengembangan kompetensi, serta pemberlakuan dan penegakan hukumnya

3.     Mewujudkan sinergi antar pelaku usaha penunjang tenaga listrik pada khususnya dan industri ketenagalistrikan dalam negeri pada umumnya untuk memperjuangkan kepentingan bersama

4.     Membentuk jaringan informasi untuk mensosialisasikan keberadaan usaha penunjang tenaga listrik  dalam negeri yang kompeten dan terpercaya.

 

5. Forum Komunikasi Usaha Penunjang Tenaga Listrik 

 

Sebagai langkah awal telah dilakukan beberapa pertemuan dan telah dihasilkan Rancangan Piagam / Nota Kesepakatan (Draft Charter)  Forum Kominikasi Usaha Penunjang Tenaga Listrik..  Berdasarkan kesepakatan bersama pada pertemuan-pertemuan sebelumnya, akan diselenggarakan forum komunikasi pertama FK UPTL untuk meresmikan terbentuknya FK UPTL, menyusun program kerja tahunan, menjaring isu, tantangan dan peluang terkini yang berkembang diseputar usaha penunjang tenaga listrik, dan pembentukan  Group Fokus.

 

6. Peresmian & Penandatanganan Piagam FK-UPTLtgl 21 Mei 2002 :

Peserta berjumlah 80 orang terdiri dari para pelaku usaha penunjang tenaga listrik yang tergabung pada asosiasi-asosiasinya (GAPENRI, INKINDO, AKLI, AKI dan APITINDO)  dan pelaku-pelaku usaha penunjang tenaga listrik lainnya,  undangan dari unsur-unsur penyedia tenaga listrik (PLN, PT Indonesia Power, PT PJB, dll), dari asosiasi indutri penunjang tenaga listrik (APPI, APKABEL, GABEL, APERLINDO), dan juga dari unsur terkait seperti  Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi.

Dari unsur pemerintah, forum ini dihadiri oleh Menteri ESDM, DIRJEN LPE dan staf, Deputi Meneg BUMN Bidang Energi, Pertambangan dan Telekomunikasi.Sebagai “key note speaker” adalah Bp Purnomo Yusgiantoro Menteri ESDM, sedangkan Bp. DIRJEN LPE, Deputi Meneg BUMN, LPJK, PT PLN (Persero), GAPENRI  dan PT KONEBA memberikan seminar dengan topik-topik yang terkait dengan isu-isu unsur usaha penunjang tenaga listrik, sesuai dengan rancangan acara.

 

Terbentuknya Forum Komunikasi ditandai dengan penandatangan Piagam FK-UPTL   oleh ketua-ketua  asosiasi/gabungan atau wakilnya :

Ir. H Muhayat             Ketua Umum Ikatan Nasional Konsultan Indonesia    ( INKINDO )

Ir. Muljadi Oetji, IPM    Ketua Umum Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia 

                                  ( AKLI )

Ir. A. Sutjipto, MM      Ketua Umum Asosiasi Kontraktor Indonesia ( AKI ).

Ir. Harun Alrasyid      Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Inspeksi Teknik Indonesia 

                                  (APITINDO).

Ir. Pandri Prabono      Ketua Umum Gabungan Perusahaan Nasional Rancang Bangun

                                  Indonesia  (GAPENRI)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia beserta Ketua Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia menyaksikan, dengan didampingi oleh Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi

 

7. Isu-isu  & Grup Fokus

Dari  curah  pendapat  yang  dilakukan  untuk menjaring isu-isu, telah dihasilkan  3  ( tiga )  issue penting, yaitu mengenai Hukum & Perundang-undangan, Teknik & Standar,  dan  Tata Niaga & Asuransi.  Selain  itu  disepakati   pula  membentuk 3 ( tiga ) grup fokus yang akan membahas ketiga issue penting tadi, yaitu grup fokus Konsultan, Project Management (PM) & EPC, grup fokus Konstruksi dan Pemeliharaan dan grup fokus Pengawasan  &  Pengujian. Keanggotaan ketiga grup fokus yang akan membahas ketiga issue penting

 

                                 - Konsultan, Project Management & EPC :

                                   Ketua              : Eddy J. Danu (Tripatra)

   Sekertaris       : Mucksin Mochtar (  PT Jaya CM, Konsultan)

   Anggota          : Supriyo (DJLPE), J. Sihotang (DJLPE), M. Yunil  

                            (APITINDO), Bambang Praptono(Jasa

                            Engineering) Bowo Setiadji, A. Laswiana

                           (Indosurance).

 

- Konstruksi & Pemeliharaan

  Ketua               : Bambang Kusumarijadi (AKLI Jatim).

          Sekertaris        :

          Angg                : M. Ridwan S (DJLPE), Ferry T (DJLPE), M. Yunil  

                                    (APITINDO), A. Laswiana (Indosurance), Soraya 

                         

- Pengawasan & Pengujian  :

          Ketua               : Artono  (Koneba)

          Sekertaris        : Gatot Purwanto (Indra Karya)

          Anggota           : B.H. Pasaribu (DJLPE), Syachdirin (DJLPE) , A. 

                                     Laswiana (Indosurance), Soraya (Indosurance)

Anggota-anggota untuk setiap grup focus masih terbuka untuk seluruh anggota FK-UPTL untuk menggabungkan diri, dan agar ketua grup fokus melengkapi anggota-anggota grup fokusnya

Pertemuan pertama dari masing-masing grup fokus supaya dapat  diselenggarakan paling lambat pada akhir bulan Juni 2002. Apabila diperlukan MKI dapat menfasilitasinya. Hasil kajian dari setiap grup fokus agar direncanakan untuk dapat dilaporkan pada FK-UPTL Kedua. 

7. Koordinator FK-UPTL perioda 2002-2003  

Disepakati Bp Arif Abadi Surya, Ketua Bidang UPTL- MKI sebagai koordinator  Forum Komunikasi Usaha Penunjang Tenaga Listrik sampai dengan Mei 2003, dan untuk seterusnya akan digantikan oleh ketua-ketua asosiasi usaha penunjang tenaga listrik secara bergiliran. FK-UPTL  Kedua  direncanakan  akan   diselenggarakan  pada  3 bulan  yang akan datang.